Forum Alumni Komisioner Komnas HAM bahkan menyebut insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai bentuk teror yang berpotensi membungkam suara kritis masyarakat sipil.
“Pembela HAM tidak boleh hidup dalam bayang-bayang intimidasi,” kata Ridha.
Menurut keterangan yang dihimpun dari jaringan aktivis, serangan air keras terhadap aktivis KontraS ini mengakibatkan luka bakar serius di bagian tubuh vital korban.
Andrie Yunus kini tengah menjalani perawatan intensif.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran lama yang kembali mencuat: praktik kekerasan terhadap pembela HAM yang kerap berujung tanpa penyelesaian.
Indonesia bukan sekali dua kali menghadapi pola serupa. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah aktivis mengalami intimidasi, ancaman, hingga kekerasan fisik.
Namun banyak kasus berhenti di tengah jalan tanpa pengungkapan aktor di baliknya.
“Pola impunitas tidak boleh terus berulang,” ujar Ridha.
Forum Alumni Komisioner Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus Andrie Yunus di serang air keras, termasuk membongkar kemungkinan adanya dalang di balik serangan tersebut.
