Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR-RI itu menjelaskan sebaiknya dirinya nantinya sebagai Calon Gubernur dari wilayah Timur Sulteng, tentunya pendampingnya harus dari wilayah Lembah Palu untuk terjadi perpaduan bersinergi membangun Sulteng mengalami perubahan.
“Bukan mempetak-petakan wilayah saat memilih pemimpin daerah, tapi itu harus dilakukan sebab Sulteng ini luas. Jika nantinya saya calon Gubernur dari Morowali wilayah Timur dan pendamoing saya tentu harus dari wilayah Lembah Palu itukan lebih baik sebagai satu semangat membangun Sulteng dengan penuh gagasan. Siapa figur itu masih dalam pengamatan dan tentu lewat mekanismen partai” ujarnya.
Menanggapi ada sejumlah figur yang hendak maju dalam Pilgub 2020 dengan memasangkan figur A dengan figur B, itu bukan masalah dan itu lebih baik.
“ Itukan sah-sah saja, apalagi mereka itu politisi.Bagi saya banyak calon yang hendak maju di Pilgub 2020 itu lebih baik dan tentunya akan terseleksi oleh mekanisme partai pengusung” ungkapnya.
Politisi Partai NaDem itu secara belak-belakan menjelaskan masa lalu terkait dirinya tersangkut Narkoba sepuluh tahun silam dan telah menjalani hukuman 3 bulan.
“Hal ini harus saya jelaskan kepada masyarakat masa lalu saya sehingga masyarakat tahu. Diakun Medsos saya , juga saya tulis itu, mengapa harus malu karena itu masa lalu saya” bebernya.
