“Sulteng butuh figur pemimpin yang berpikir di luar pakem atau “out of the box”, tidak tersandera “regional capture” yakni pemimpin yang tersandera oleh kepentingn transaksional instan” kata Ahlis Djirimu
Dikatakan Sulteng sulit akan maju dan berdaya saing bila lagi-lagi pemimpinnya tersandera kepentingan transaksional instan.
“Hasanuddin Atjo adalah pemimpin visioner. Sulteng butuh orang seperti dia jika daerah ini tidak mau tertinggal terus” kata Ahlis Djirimu
Pemimpin itu kata Ahlus Djirimu mampu mengatasi masalah besar di Sulteng: pertumbuhan semu, kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, akses pada layanan dasar, linkage intra regional.
