TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Tender Gagal, Buat Siapa ?

Polemik yang terjadi pada tender proyek kontroversial milik Satker PJN wilayah III, masih terus berlanjut. Banyak pihak yang menduga ada indikasi buah permainan “Nakal” dan ditenggarai banyak kecemplung masalah pada tender itu. “Tender Gagal, Buat Siapa ?

Masalah tender ini bisa jadi pintu masuk bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap adanya kejanggalan dalam tender tersebut. APH bisa memulai dengan membuka dokumen lelang milik PPK 3,2 di Satker PJN wilayah III.

Dari tahapan pembukaan lelang, hingga klausul yang menjadi kewajiban sehingga menyebabkan tender tersebut menjadi gagal.

Baca Juga : Siapa Memainkan Tender Proyek Rp29 Miliar ?

Pada tender ini, banyak pihak yang menuding ditenggarai sengaja dibuat gagal agar bisa menjadi penunjukan langsung dari si empunya hajatan.

Pasalnya berdasarkan peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018, jika lelang gagal kedua kalinya, maka pihak PA dan KPA bisa melakukan penunjukan langsung tanpa melalui proses tender lagi.

Ini jelas dikhawatirkan dengan adanya penunjukan langsung itu, sudah dapat dipastikan hanya kontraktor tertentu saja yang akan menggarap proyek tersebut. Ibarat nikah sirih, tinggal dilegalin, sebelum lelang, pemenangnya sudah disiapkan.

Baca Juga : Tender Bermasalah Proyek Preservasi

Tender Gagal, Buat Siapa ?
Kordinator Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK – Sulteng) Abdul Salam, mengenakan kaos oblong putih, saat melakukan audiens bersama Kejati Sulteng Jacob Hendrik Pattipeilohy.

Seperti yang diungkapkan penggiat anti korupsi belum lama ini kepada Trilogi. Kordinator Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK – Sulteng) Abdul Salam, menduga bahwa tender proyek Preservasi jalan Ampana – Balingara – Bunta – Pagimana senilai Rp29.448.316.000, terindikasi sengaja dibuat gagal. Ia pun meminta kepada APH agar turun tangan untuk menangani hal ini.

“Kami akan melaporkan indikasi-indikasi kejanggalan dalam proses tender ini ke Kejaksaan atau Kepolisian. Ini diduga kuat ada yang bermain !. Bahkan juga, sudah menghambat jalanya pembangunan di Sulawesi Tengah, Ini ada apa ?” tegas Abdul Salam.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Patgulipat Proyek Sekolah HIBAH