Meskipun belum berniat menjajal untuk terjun dalam bursa pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur pada tahun 2020 mendatang, namun, nama sang birokrat ini kembali bergaung.
Pengamat politik Universitas Tadulako ini menilai figur Hasanuddin Atjo adalah sosok birokrat yang cukup visioner, dan amanah olehnya itu idealnya para elite politik dan parpol mempertimbangkan untuk mengusung beliau berkontestasi dalam pilgub tahun 2020.
“Kedepan tantangan daerah yang dialami saat ini sangat kompleks terutama terkait masalah infrastruktur dan disparitas rasio gini yang relatif masih cukup significan diangka (0,371).” kata Slamet Riadi Cante, kepada Koran Trilogi, Rabu 25 Juli 2019.
Selain masalah infrastruktur dan disparitas rasio kata Slamet Riadi Cante, penguatan pada sektor pertanian dan perikanan merupakan sesuatu yang masih butuh perhatian extra. Olehnya itu, sosok figur yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan manajemen birokrasi dalam mengatasi segala persoalan pembangunan Sulteng kedepan itu yang akan menjadi tawaran.
“Pertumbuhan ekonomi yang cenderung masih di topang oleh sektor pertambangan dan industri juga menjadi PR bagi pemimpin daerah kedepan” jelasnya.
Menurut Dosen Fisip Untad Palu ini, publik berharap tentunya agar para elit politik dalam mengusung calon Gubernur Sulteng tidak semata- mata mempertimbangkan aspek popularitas dan ketokohan, akan tetapi sebaiknya memberi ruang bagi figur yang memiliki jejak rekam yang baik dan karya- karya nyata yang teruji.

