Poso – Pemerintah terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah.
Salah satunya melalui Proyek MYC Tagolu Tentena yang dilaksanakan di Kabupaten Poso dengan skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode 2025–2026.

Proyek strategis ini ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah dan difokuskan pada preservasi jalan nasional serta peningkatan kualitas konektivitas antardaerah.
Baca Juga : Paket SBSN Preservasi Jalan Tagolu Tentena Dimulai | Target Progres 12% Tuntas Sebelum Nataru 2025
Ruas Jalan Tagolu–Tentena dinilai memiliki peran vital sebagai jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, proyek MYC Jalan Tagolu–Tentena mencakup preservasi jalan sepanjang 47,77 kilometer.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penanganan jembatan dengan total panjang mencapai 297,6 meter guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas.
Ruang lingkup pekerjaan dalam proyek infrastruktur Sulawesi Tengah ini terbilang komprehensif.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Trans Sulawesi Dipercepat, BPJN Sulteng Siapkan Jalur Alternatif Tagolu-Tentena !
Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeliharaan rutin jalan sepanjang 12,37 kilometer, pemeliharaan rutin kondisi 58,22 kilometer, pekerjaan holding sepanjang 10,10 kilometer, hingga rehabilitasi minor sepanjang 2,20 kilometer.
Penanganan longsoran sepanjang 70 meter turut menjadi bagian penting dari proyek ini, mengingat kondisi geografis wilayah yang rawan pergerakan tanah.
Selain itu, proyek MYC Tagolu Tentena juga mencakup pelebaran jalan menuju standar nasional sepanjang 12,65 kilometer serta perbaikan sistem drainase untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.
Melalui proyek peningkatan jalan nasional di Kabupaten Poso ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan bagi pengguna jalan.
Keberlanjutan proyek hingga 2026 diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Sulawesi Tengah secara keseluruhan.



