Penyintas bencana gempa bumi 2018 desa Loli Kecamatan Banawa, tepatnya masyarakat Desa Loli Saluran dan Loli Pesua, yang tergabung dalam Forum Penyintas tanah Ntovea Donggala, pada Selasa (25/8/2020) mendatangi kantor DPRD Donggala menuntut kejelasan nasib mereka yang hampir 2 tahun masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara).
Pada tuntutannya masyarakat Loli yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Sulteng Bergerak dan juga People Tribunal Pasigala, menginginkan agar Hunian Tetap (Huntap) segera dibangunkan oleh pemerintah.
Kordinator lapangan aksi, Wiwin dalam keteranganya menyampaikan, sudah cukup jenuh hanya mendengar dan menunggu janji dari pemerintah, baik berupa penyaluran dana Stimulan, dana Jaminan Hidup (Jadup) dan juga Hunian tetap (Huntap).
“Kami kemari menuntut kejelasan Huntap, karena Huntap juga tidak jelas sampai dengan saat ini,” terangnya.
Untuk dana jaminan hidup (Jadup) lanjutnya, telah beberapa kali mempertanyakan kepada pemerintah, akan tetapi tak kunjung mendapatkan jawaban.
“Jadup juga sudah sering kami tanyakan, pernyataan jawaban pemerintah itu hanya ndak usah diharap, karena sudah habis. Dari 100 persen masyarakat mungkin yang menerima itu hanya 40 persen,” katanya.
