Puluhan masa aksi mulai bergerak mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pendemo menolak wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Penolakan itu disampaikan oleh Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS ADI), mewakili suara rakyat Indonesia khususnya Sulawesi Tengah.
Selasa pagi 23 Agustus 2022, LS ADI telah menggelar unjuk rasa di sekitar kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Mereka menyuarakan aspirasi masyarakat Sulteng menolak terkait wacana Pemerintah pusat untuk menaikan harga BBM bersubsidi yang akan diumumkan pekan depan.

“Alih-alih menuntaskan masalah BBM bersubsidi agar tepat sasaran, sebaliknya pemerintah justru memperpanjang rantai penderitaan rakyat dengan terus-menerus menaikan harga BBM bersubsidi” ujar Ahmad, kordinator lapangan (Korlap) LS ADI Kota Palu.
Dalam aksi demonstrasi ini, LS ADI membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga BBM dan turunkan Jokowi”. Dalam aksi itu juga, LS ADI merinci kenaikan harga BBM di masa rezim Jokowi, diantaranya Pada tahun 2014 awal kepemimpinan Presiden Jokowi BBM naik signifikan termasuk premium dari Rp 6.500 menjadi 8.500 per liter.
