Yustina menyatakan, sebagian penerima sebelumnya telah tercatat dalam program bantuan lain, sehingga diperlukan verifikasi ulang.
“Saya tidak punya persoalan pribadi dengan Ibu Perlin. Mungkin ada oknum yang mencoba memperkeruh suasana,” jelas Yustina.
Sekcam Batui mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial.
“Mari kita selesaikan persoalan dengan dialog, bukan dengan komentar yang justru memperkeruh suasana,” katanya.
Warga menyambut positif langkah cepat wakil rakyat itu. Salah seorang warga Honbola, menyebut kehadiran Samiun memberi keyakinan baru.
“Kami senang karena wakil rakyat mau datang langsung. Ini membuat kami yakin bahwa suara masyarakat kecil masih diperhatikan,” ujarnya.
Kasus SKTM Desa Honbola menunjukkan bagaimana aduan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, sekaligus menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pelayanan publik di tingkat desa.
