Akibat ditinggikannya badan jalan, terlihat rumah-rumah warga yang ada di sepanjang poros jalan sudah lebih rendah.Sebelumnya badan jalan lebih rendah dari permukiman warga.
“Tapi sekarang justru rumah-rumah warga yang ada di sisi kiri dan kanan jalan menjadi di bawah jalan,” kata Yohanes, seorang tokoh masyarakat di Desa Jonoge.
Desa Jonoge merupakan desa yang paling parah dilanda gempabumi dan likuefaksi pada 28 September 2018.
Satu dusun yakni Dusun II Desa Jonoge yang padat dengan perumahan dan lahan pertanian warga diterjang likuefaksi dan dusun itu lenyap bagaikan ditelan bumi.
Hingga kini,Pemkab Sigi melarang keras adanya kegiatan pembangunan rumah maupun usaha lainnya di lokasi likuefaksi di Dusun II Desa Jonoge,Kecamatan Sigibiromaru.


