Sementara rival terdekatnya, pasangan nomor urut 3, Nizar-Ardi, hanya mampu mengumpulkan 34.002 suara atau 32,8 persen.
Dua pasangan lainnya, Nur-Arman dan Badrun-Muslih, harus puas berada di urutan terbawah dengan perolehan masing-masing 2,9 persen dan 2,1 persen suara.
Kemenangan Erwin-Sahid menciptakan selisih suara yang mencolok, mencapai 30.857 suara atau sekitar 29,5 persen dari total suara sah.
Selisih ini mempertegas dominasi pasangan nomor urut 4 dalam kontestasi ulang ini, setelah sebelumnya Pilkada Parimo diputuskan harus diulang oleh Mahkamah Konstitusi.
Namun, tingginya angka kemenangan itu kontras dengan rendahnya partisipasi publik. Dari 311.835 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), hanya 33,84 persen yang datang ke TPS.
