“Padahal, itu cerita satu atau dua tahun lalu. Tapi kemudian diangkat lagi, sengaja diangkat kembali,” ujarnya.
Ahmad Ali melihat pengangkatan kembali isu tersebut sebagai indikasi bahwa PSI mulai diperhitungkan dalam peta politik nasional.
“Seolah baru kemarin rumah saya digeledah oleh KPK, padahal itu adalah cerita lama. Artinya apa? Mereka memperhitungkan,” kata Ahmad Ali.
Ia bahkan menyebut dirinya dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi sebagai dua figur yang menurutnya menjadi kekuatan penting di tubuh PSI sekaligus menjadi sasaran pelemahan.
“Salah satu yang diperhitungkan di PSI ini adalah Ahmad Ali dan Pak Jokowi,” ungkapnya.
Ahmad Ali menduga terdapat upaya untuk menyerang kedua figur tersebut guna melemahkan PSI secara keseluruhan.
BACA JUGA : Ahmad Ali ‘Kunci’ Sulteng jadi Benteng Elektoral Partai Solidaritas Indonesia
“Kalau dua tokoh ini kemudian dikriminalisasi, maka dapat melemahkan partai ini secara rasional,” tegasnya.
Klaim tersebut disampaikan Ahmad Ali tanpa menyebut secara spesifik pihak yang dia tuding berada di balik dugaan upaya pelemahan tersebut.
Ia juga tidak menganggap pemeriksaan ataupun penggeledahan sebagai bukti seseorang telah melakukan tindak pidana. Menurutnya, seseorang yang pernah diperiksa atau rumahnya pernah digeledah belum otomatis dinyatakan bersalah.
“Karena tidak semua orang yang pernah digeledah atau pernah diperiksa, kemudian otomatis dinyatakan bersalah. Itu tidak otomatis,” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali mengatakan upaya pelemahan terhadap PSI dilakukan melalui berbagai cara. Ia menilai serangan terhadap figur utama partai dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghambat laju politik PSI.


