“Progres untuk (proyek smelter) Bahodopi masih sesuai dengan harapan semua shareholders,” kata Bernardus, seperti di kutip dari Kontan.co.id pada Senin 29 November 2021.
Pada proyek pabrik pengolahan Nikel di Bahodopi, kata Bernardus, PT Vale Indonesia menggandeng dua mitra perusahaan, yaitu Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai).
Baca Juga : PT Vale gandeng DPRD Sulteng Gagas Pengembangan Ekonomi dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan
Ketiganya sepakat untuk membentuk perusahaan patungan (JVCo) dan sudah menandatangani dokumen Perjanjian Kerangka Kerjasama untuk pembangunan Proyek Fasilitas Pengolahan bijih Nikel di Bahodopi.
“Dalam perusahaan patungan itu, INCO akan memiliki 49% saham, sedang sebanyak 51% saham JV Co sisanya bakal dimiliki oleh mitra INCO. Nantinya, JVCo ini akan membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya” bebernya.
