Pemeliharaan jalan dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada lubang atau kerusakan lain yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Material campuran aspal panas (CAP) dan agregat kelas A telah disiapkan untuk mengatasi potensi kerusakan hingga akhir tahun ini.
Selain itu, proyek ini juga menangani masalah longsor dan drainase yang kerap menghambat kelancaran lalu lintas di ruas tersebut.
Pekerjaan penanganan longsoran sepanjang 19 meter dan drainase sepanjang 30 meter dengan tiga box culvert telah selesai dilakukan, mengurangi risiko bencana alam yang dapat terjadi di wilayah tersebut.

Kamaruddin juga menambahkan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, BPJN Sulawesi Tengah telah memetakan titik-titik rawan longsor dan banjir sepanjang ruas jalan Tagolu hingga Ampana.
“Kami sudah menyiapkan alat berat dan tenaga yang siap diturunkan bila terjadi bencana. Kami juga telah menempatkan posko Natal dan Tahun Baru di dua lokasi strategis: Desa Labuadago di ruas Tagolu – Malei dan Desa Ulubongka di ruas Uekuli – Marowo,” ujar Kamaruddin.
