“Penindakan dilakukan dalam kegiatan operasi keselamatan yang baru saja dilaksanakan mulai 29 April sampai 12 Mei. Dulu namanya operasi simpati namun berubah menjadi operasi kesepamatan tapi tujuan dan sasarannya sama,” ucapnya.
Penindakan terhadap para pelaku asmara subuh lanjut Imam, dilakukan sebagai bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang sangat resah dan terganggu dengan keributan yang dilakukan para pelaku asmara subuh.
“Pelanggaran berlalu lintas seperti asmara subuh ini sudah sangat meresahkan warga. Oleh karenanya masyarakat meminta dalam operasi keselamatan juga ditindak para pelaku asmara subuh,” ucapnya.
Saat ini, dia mengaku kegiatan asmara subuh di seluruh daerah di Sulteng telah menurun sejak penindakan yang melibatkan personil kepolisian dari ditlantas, sabhara dan intel tersebut dilakukan. Namun tidak sampai di situ saja.
