Manajemen menyebut adanya oknum tertentu yang diduga mencoba memprovokasi masyarakat dengan janji kepemilikan lahan perkebunan.
Hal ini dinilai berpotensi merusak hubungan harmonis yang telah terjalin.
“Kami melihat ada pihak-pihak yang tidak memiliki tanaman kelapa sawit namun berupaya mempengaruhi masyarakat untuk melakukan aksi di lokasi perusahaan,” ungkap Ferdinand.
Perusahaan menilai situasi ini perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan konflik yang lebih luas di sektor perkebunan.
Baca Juga : Ramai Dugaan ! Klarifikasi Administrasi PT KLS, Begini Penjelasan Perusahaan
Untuk menjaga keseimbangan informasi, PT Kurnia Luwuk Sejati menyatakan siap membuka ruang klarifikasi kepada publik dan pemangku kepentingan.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa informasi yang beredar tidak bias dan tetap berimbang.
“Kami terbuka untuk memberikan klarifikasi agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, perusahaan berharap dapat meredam berbagai spekulasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap operasional perusahaan.
Melalui pernyataan resmi PT Kurnia Luwuk Sejati, manajemen menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Perusahaan juga memastikan akan terus menjaga keseimbangan antara operasional bisnis, kepatuhan regulasi, dan hubungan dengan masyarakat sekitar.
Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap industri perkebunan, khususnya terkait aspek legalitas, konflik lahan, dan keberlanjutan usaha.
