Dalam video itu, terlihat spanduk pasangan BerAmal di latar belakang, yang kemudian memicu spekulasi bahwa insiden tersebut terjadi di tengah kampanye.
Namun, Hamdani sebagai pemilik elekton menegaskan bahwa acara joget berlangsung setelah seluruh rangkaian kampanye ditutup.
Sementara itu, pasangan calon Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri belum memberikan komentar resmi terkait permintaan maaf dari para biduan dan pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut.
Namun, beberapa pengamat politik lokal menilai bahwa kejadian ini perlu menjadi pelajaran penting dalam menjaga profesionalisme dan etika dalam setiap acara publik, terutama yang berkaitan dengan kampanye politik.
Permintaan maaf dari para biduan dan pihak terkait diharapkan bisa meredakan polemik yang terjadi di masyarakat.
Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme, terlebih saat melibatkan simbol-simbol politik yang sensitif.
