Saat itu, Ardi menyadari adanya tanda-tanda potensi longsor dari tebing di atas lokasi mereka bekerja. Ardi berteriak memperingatkan rekan-rekannya untuk menjauh dan berusaha menyelamatkan diri.
Dari tujuh penambang yang berada di lokasi, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan empat lainnya tertimbun material longsor.
Baca Juga : Drama Politik Merebut Kursi Sulteng 1 | Rusdi Mastura di Ambang Kemenangan atau Kekalahan ?
Upaya penyelamatan oleh tiga orang yang selamat melibatkan penggalian manual, namun sayangnya, keempat korban ditemukan sudah tidak bernyawa pada pukul 14.00 WITA.
Evakuasi resmi dimulai sekitar pukul 15.00 WITA, dipimpin oleh Kapolsek Iptu Kurniadi. Proses evakuasi ini memerlukan dua unit kendaraan jenis Jonder milik warga untuk mengangkut jenazah ke Desa Kalora dan Desa Tambarana.
Meskipun terdapat beberapa kendala teknis, seperti kerusakan mesin kendaraan, jenazah berhasil dipindahkan ke rumah duka masing-masing pada pukul 17.10 WITA di Desa Tambarana dan pukul 21.00 WITA di Desa Kalora.
Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir tampaknya menjadi faktor penyebab longsor.
Baca Juga : Deklarasi Pasangan BERANI di Poso: Momen Sejarah yang Menarik Ribuan Warga & Dukungan Para Tokoh Terkenal
