Pernyataan tersebut mempertegas dorongan hilirisasi nikel Sulteng untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan. Menurut Reny, pengembangan industri pengolahan juga membutuhkan dukungan investasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha.
BACA JUGA : Bukan Cuma Jargon, Ini Skema Taktis Anwar-Reny ‘9 BERANI’ Jinakkan Ketimpangan di Sulawesi Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Reny menyampaikan Pemprov Sulawesi Tengah membuka peluang bagi investor yang ingin masuk dan mengembangkan usaha di daerah.
“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Dorongan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan sektor ekonomi produktif sekaligus memperkuat hilirisasi.
Reny meminta KADIN Sulawesi Tengah periode 2026-2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi, pengembangan industri dan penciptaan peluang usaha baru.
“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat menghargai dan akan melakukan kolaborasi dengan KADIN pusat maupun KADIN Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya.
Meski nikel menjadi salah satu komoditas utama, Reny mengatakan perekonomian Sulteng tidak bisa hanya bergantung pada sektor pertambangan.


