TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Sinyal Merah Penghilirisasian Nikel Morowali

Meski demikian, ada sebanyak 40 orang karyawan dari empat perusahaan yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan pabrik milik PT MTI harus mendapat pertolongan di fasilitas klinik PT IMIP. Puluhan karyawan itu mengalami gejala sesak nafas dan pusing. Diduga, mereka terpapar gas yang terbawa angin dari PT MTI hingga ke lokasi kerja puluhan karyawan tersebut.

Setelah mendapat perawatan selama kurang lebih empat jam, seluruh karyawan yang terpapar tersebut sudah diijinkan pulang karena sudah kondisinya sudah dinyatakan normal.

“Saat ini situasi baik di dalam areal pabrik PT MTI maupun pabrik-pabrik lain yang ada di sekitarnya sudah dalam kondisi normal. Namun lokasi kejadian masih kami tutup untuk kepentingan investigasi,” ujar Dedy.

Dalam kesempatan itu, Dedy juga menyatakan bahwa peristiwa kebocoran gas tersebut tidqak berdampak ke areal pemukiman penduduk. Sebab setelah dilakukan pengecekan kadar udara menggunakan alat Single Detector Only For So2 hasilnya adalah nihil.

“Nihil. Hasil pengujian kadar udara di Desa Labota tak ditemukan kandungan So2. Jadi Masyarakat tak perlu khawatir,” tutup Dedy.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak berwenang, proses penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan bertanggung jawab atas kebocoran gas ini. Para pekerja yang menjadi korban juga diharapkan akan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas normal setelah mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Kebocoran gas di pabrik PT MTI Morowali ini menunjukkan pentingnya perlunya perhatian ekstra terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri.

Halaman Selanjutnya :Insiden ini juga menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk meningkatkan sistem pengamanan...