Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

MENCARI GUBERNUR ALTERNATIF

Diera tehnologi internet yang terus berkembang, kata Slamet Riadi Cante, sebahagian besar masyarakat Sulteng begitu muda menggunakan medsos saat ini banyak berbicara siapa figur Cagub Sulteng pasca H Longki Djanggola tahun 2021-2026.

Bahkan Ketua Pusat Pengkajian Politik dan Otonomi Daerah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini menyebutkan, adanya aplikasi Polling Kita digunakan pengguna medsos menjaring siapa figur tepat Gubernur Sulteng pasca H Longki Djanggola dalam Pilgub tahun 2020 dapat menjadi referensi politik terhadap figur Cagub untuk kontestasi pilgub Sulteng tahun mendatang.

“Meskipun hasil pollingnya jika dilihat dari dimensi nilai validitasnya belum maksimal, namun dari sisi kapasitas figur yang terjaring dalam polling patut diapresiasi” katanya.

Dikatakan semisalnya ada disebut seperti nama figur Dr Hidayat Lamakarate MSi saat ini jabat Sekprov Sulteng memiliki pengalaman dalam bidang birokrasi Pemerintah, juga memiliki basis massa yang cukup kuat khususnya dilembah Palu dan Sigi.

Kemudian nama figur Dr Ir Hasanuddin Aco MP Kadis Kelautan Perikanan Sulteng merupakan sosok birokrat senior memiliki Inovasi dan gagasan dan visi entrepreneurship yang sangat mumpuni. Basis massanya juga tidak bisa diragukan utamanya masyarakat bawa dan kelompok nelayan yang tersebar di pelosok Sulteng.

Begitupun dengan nama figur H Ahmd Ali SE, pengalaman dalam bidang legislatif tidak di ragukan lagi dan juga memiliki basis massa yang cukup kuat, dan terbukti memiliki suara tertinggi pada pileg untuk DPR. RI tahun 2019 yang lalu.

“Idealnya memang figur yang berdomisili di lembah Palu dan berkeinginan untuk ikut berkontestasi dalam Pilgub tahun 2020 memiliki sensivitas untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi oleh masyarakat yang terdampak bencana khususnya yang sampai saat ini masih tinggal di tenda pengungsian dan huntara, sebab jika masalah ini belum dituntaskan akan dapat menjadi pencitraan buruk terhadap pemimpin yang ada saat ini terkait tingkat elektoralnya pada Pilgub tahun depan”ungkap Dosen FISIP Untad Palu ini.

Sementara itu politisi, Ketua DPD PDI-Sulteng, H Muharam Nurdin mengatakan aplikasi Poling Kita hasilnya tidak valid untuk dijadikan pertimbangan mengusung nama figur calon Gubernur Sulteng di Pilkada tahun 2020. Karena metodologinya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

Halaman Selanjutnya :Koran Trilogi.
Komentar
maks. 1000 karakter

    Jadilah yang pertama berkomentar.