“Ya benar. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 wita. Saat itu korban atas nama La ode abdul riyan sedang bertugas memasang sign atau rambu2 peringatan atau penunjuk arah. Tiba2 terjadi sambaran api yg mengenai korban” kata Dedy Kurniawan, melalui pesan elektronik yang diterima Koran Trilogi, Selasa malam.
Setelah terjadi kecelakaan itu, kata Dedy Kurniawan, korban sempat mendapat penanganan medis sementara diklinik area perusahaan sebelum dirujuk ke RSUD Morowali. Akibat dari peristiwa itu, pihak perusahaan mengaku akan menanggung biaya pengobatan korban selama perawatan.
“Setelah dirawat di klinik perusahaan lalu dirujuk ke rumah sakit bungku. Mengenai penyebab kecelakaan saat ini masih dalam proses investigasi tim safety perusahaan. Seluruh biaya pengobatan ditanggung perusahaan. Jika sdh sembuh korban juga tetap diberi ruang utk bekerja di perusahaan yg sama” ujarnya.

Peristiwa ledakan yang memakan korban jiwa diduga akibat tindakan pekerja yang mengurangi potensial efektifitas keamanan saat bekerja sehingga menimbulkan peristiwa ledakan pada bagian Gate Baghause Burnergun Kiln itu, dibantah oleh Dedy Kurniawan. Menurutnya, pihak management perusahaan telah menerapkan prosedur keamanan kepada setiap pekerja diarea berbahaya.
“Mengenai human error atau bukan kami blm bisa memastikan karena masih dlm proses investigasi tim safety. Prosedur safety selama ini berjalan sesuai standar keamanan operasional. Setiap pekerja diarea berbahaya wajib untuk ikut briefing sebelum memulai pekerjaan dan wajib menyiapkan alat2 pelindung diri” imbuhnya, sembari menambahkan jika investigasi itu dilakukan oleh tim safety perusahaan, dan akan mempersilahkan instansi berwenang untuk lakukan investigasi.
Diwaktu yang sama Kapolres Morowali AKBP Bagus Setiawan yang dihubungi melalui pesan elektronik di Palu secara singkat mengakui peristiwa ledakan dikawasan pertambangan nikel PT IMIP Selasa sore. Saat ini, kata Bagus Setiawan, sudah menurunkan tim investigasi kelokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Morowali untuk meneyelidiki kejadin itu.
