Berdasarkan data yang disampaikan pihak sekolah, progres fisik pembangunan telah mencapai 80 persen.
Dengan anggaran Rp1.900.101.061, pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru, ruang administrasi kepala sekolah, ruang UKS, tiga unit WC, pagar sekolah, serta penataan halaman yang turut memperhatikan akses bagi penyandang disabilitas.
Pekerjaan juga meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, satu unit WC, dan tempat parkir. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan metode swakelola.
Herniati berharap pencairan sisa dana sebesar 30 persen dapat segera terealisasi untuk mendukung penyelesaian pekerjaan, termasuk tahap akhir pembangunan (finishing), pengadaan mebel sekolah, dan pembayaran pajak.
Pihak sekolah berharap penyelesaian administrasi dan pencairan dana tersebut dapat mendukung penyelesaian revitalisasi sesuai jadwal.


