“Jangan sampai ada yang bilang Pak Gubernur lupa Buol. Saya tidak lupa Buol. Buol telah memberikan saya yang terbaik, sehingga saya tidak akan pernah lupa,” tegasnya.
Selain infrastruktur, pemerintah provinsi juga menekankan keberlanjutan pelayanan dasar masyarakat, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.
Anwar Hafid turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam mempertahankan program pelayanan kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Tujuan semua sama, rakyat harus cepat sejahtera,” ujarnya.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Buol diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik kawasan.
Pemerintah menargetkan program tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru, memperkuat aktivitas perikanan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan.
Pada kesempatan itu, Anwar Hafid menegaskan peletakan batu pertama menjadi tanda dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Desa Tamit yang terdiri dari tiga desa.
“Dengan memohon ridho dan berkat Allah SWT, peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Desa Tamit, Kabupaten Buol, yang terdiri dari tiga desa, sebagai bagian dari program Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto, hari ini kita letakkan batu pertamanya. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama akan segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya.


