Mulai dari keterbatasan fasilitas, kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan es untuk menyimpan hasil tangkapan, hingga persoalan pemasaran ikan menjadi bagian yang hendak dibenahi melalui program tersebut.
Karena itu, kawasan ini diharapkan dilengkapi fasilitas yang terintegrasi, termasuk dermaga dan berbagai sarana pendukung aktivitas nelayan.
Menurut Anwar Hafid, integrasi fasilitas tersebut penting agar nelayan tidak lagi menghadapi rantai persoalan mulai dari melaut, menyimpan hasil tangkapan hingga memasarkan ikan.
“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu. Mau membeli BBM susah, menangkap banyak ikan tetapi sulit mendapatkan es, dan pemasarannya juga susah. Karena itu lahirlah program Kampung Nelayan supaya semuanya terintegrasi,” jelasnya.
Tak hanya Kampung Nelayan, Anwar Hafid juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buol.
Peningkatan akses jalan dinilai strategis untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas Buol dengan daerah lainnya.
Anwar Hafid mengatakan pembangunan infrastruktur memiliki kaitan langsung dengan pergerakan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemerintah provinsi akan terus mendorong penyelesaian ruas-ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.


