PaluDirektorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah merampungkan pembangunan kembali jembatan Palu yang ambruk saat gempa dan tsunami 2018 silam.

Infrastruktur yang kini berdiri kokoh tersebut dikenal sebagai jembatan kuning Palu atau jembatan palu IV, dengan nilai pembangunan mencapai JPY 2,02 miliar atau sekitar Rp 221,2 miliar.

Baca Juga : Total Investasi Hampir Rp 1 Triliun, Warga Sulawesi Tengah Siap Sambut Proyek IRSL Jalan Layang & Jembatan Palu IV

Kehadiran kembali Jembatan Palu 4 menjadi tonggak penting pemulihan infrastruktur di Sulawesi Tengah, sekaligus simbol kebangkitan Kota Palu setelah bencana dahsyat yang melanda enam tahun lalu.

Rekonstruksi jembatan Palu IV didukung hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pekerjaan konstruksi dimulai pada 2022 oleh Tokyu Construction Co., Ltd.

Secara teknis, jembatan ini memiliki panjang total 1.073 meter dengan bentang utama 250 meter dan lebar 10,8 meter.

Baca Juga : Jalan Rajamoili Komodo Rampung Total, Perkuat Konektivitas & Ketahanan Pesisir Kota Palu

Posisi strategisnya menghubungkan kawasan pesisir dan pusat kota, menjadikannya salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di ibu kota Sulawesi Tengah.

Berbeda dengan struktur sebelumnya, jembatan Kuning yang baru dirancang dengan teknologi mitigasi gempa dan tsunami.

Pondasi menggunakan sistem borepile sedalam 58 hingga 62 meter dengan diameter 1,8 meter untuk memastikan daya dukung optimal.

Struktur atas ditopang dua pier utama dengan desain pilar streamline yang mampu meminimalkan tekanan gelombang tsunami.

Selain itu, konstruksi jembatan didesain dengan periode ulang gempa hingga 1.000 tahun.

Baca Juga : Buka Tutup Jalan Tolai Sausu Berlaku hingga Maret 2026

Peningkatan elevasi atau clearance juga diterapkan guna mengurangi risiko dampak gelombang ekstrem di masa mendatang.

Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S Razak, ST,.MT, menegaskan seluruh tahapan pembangunan telah memenuhi standar keselamatan.

“Jembatan Palu IV pada prinsipnya sudah memenuhi seluruh ketentuan, termasuk hasil uji struktur dan audit keselamatan jalan,” ujarnya.

Sebelum difungsikan penuh, Jembatan Palu 4 dan elevated road sepanjang 5 kilometer yang terhubung dari Jalan Cumi-cumi Taman Ria hingga Jalan Komodo Talise telah menjalani audit keselamatan serta uji beban (loading test).

BPJN Sulteng juga menggelar uji coba lalu lintas (open traffic) selama dua jam untuk memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk kondisi badan jalan, jembatan, marka, dan rambu lalu lintas.

Menurut Bambang, hasil uji coba menjadi bahan evaluasi apabila ditemukan aspek teknis yang perlu disempurnakan.

Baca Juga : Paket IJD Dadakitan Malempak Rampung 100%, Dorong Akses Pertanian dan Ketahanan Energi di Tolitoli

“Hal sekecil apa pun menjadi bahan evaluasi. Jalur ini kami ingin pastikan aman dan nyaman dilalui kendaraan,” katanya.

Pengamatan difokuskan pada sejumlah simpang pertemuan dengan jalan nasional, khususnya di sisi Jalan Yos Sudarso, Jalan Diponegoro, Jalan Rajamoili, dan Jalan Cumi-cumi.

Jika diperlukan, akan dilakukan penambahan rambu maupun pengaturan lalu lintas tambahan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Setelah seluruh pekerjaan konstruksi rampung, pengaturan fungsi jalan akan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palu. Elevated road dan jembatan palu IV berstatus sebagai jalan kota.

Baca Juga : BPJN Sulteng Perkuat Akses Pesisir Banggai Laut Lewat Paket IJD Matanga Pelingsolit

Dari sisi desain, infrastruktur ini tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, maupun aktivitas perdagangan di atas jembatan.

Pemerintah berharap kehadiran kembali jembatan palu dapat memperkuat konektivitas kawasan pesisir sekaligus memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Tengah.

Dengan teknologi mitigasi gempa dan tsunami yang diterapkan, Jembatan Palu 4 kini tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga representasi infrastruktur tangguh bencana di Indonesia.