Koordinator Lapangan, Putra menjelaskan, wilayah Loli Raya menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah pada bencana 2018 silam, seperti dikutip dari Poskota.
“Hingga saat ini, korban bencana dibiarkan terkatung-katung dalam penantian nasibnya untuk mulai membangun kembali kehidupannya,” kata Putra.
Ia mengatakan, pada 30 September tahun lalu, pemerintah setempat telah menyampaikan kepada para penyintas di tiga desa, yakni Desa Loli Dondo, Desa Loli Pesua dan Desa Loli Tasiburi, akan memenuhi tuntutan mereka.
“Masyarakat telah berulang kali mendapatkan janji serupa. Termasuk skema peralihan stimulan. Namun janji itu tinggal janji,” geramnya.
Ia menambahkan, diskusi telah diadakan berulang kali bersama pemerintah. Namun dalam proses pelaksanaannya, justru muncul masalah baru.
