Menurut Athif, aksi tersebut melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam FORMIT, termasuk mahasiswa asal NTT dan mahasiswa dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Athif mengatakan bantuan yang dihimpun nantinya akan diprioritaskan dalam bentuk logistik.
FORMIT juga membuka kemungkinan menyalurkan pakaian layak pakai serta berkolaborasi dengan Dinas Sosial dalam proses penyaluran bantuan.
“Bantuan seperti apa yang diprioritaskan, kita ingin menyalurkan bantuan logistik. Kalau semisal mencapai sebesar 50 ke atas, kita berencana bisa membawa bantuan itu secara langsung ke keluarga-keluarga kita di NTT,” ujarnya.
Untuk mengumpulkan donasi, mahasiswa FORMIT menyasar sejumlah titik keramaian di Kota Palu, seperti lampu merah, pasar, taman kota, dan lokasi lainnya.
Selain donasi secara langsung, dana juga dihimpun melalui satu rekening yang disediakan FORMIT bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan melalui transfer.
Wakil Ketua FORMIT, Sahrum, mengatakan pihaknya tidak menetapkan target nominal dalam penggalangan dana korban bencana NTT tersebut.
Menurutnya, berapa pun dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau banyak, alhamdulillah. Tetapi semua yang kita dapatkan itu, nominal berapa saja yang kita dapatkan itu kita salurkan,” kata Sahrum.



.png)