Menurut Hidayat isu tersebut sangat kejam sebab warga Palu masih trauma dengan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi beberapa jam sebelum FPPN 2018 dibuka.
“Isu itu tidak benar. Menurut saya itu adakah isu yang sangat kejam yang sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan maksud, tujuan dan kepentingan tertentu yang berujung pada upaya menghasut dan meresahkan masyarakat,” kata Hidayat.
Wali kota mengimbau seluruh warga agar tidak mudah terpancing dan percaya isu-isu yang beredar di media sosial perihal pelaksanaan kegiatan tersebut dalam waktu dekat.
Saat ini Pemkot Palu lanjut Hidayat hanya fokus melayani dan memenuhi kebutuhan seluruh pengungsi yang saat ini masih tinggal di tenda dan selter pengungsian.
