Tantangan itu tidak ringan. Saat ini PSI belum memiliki wakil di DPR RI dari Sulawesi Tengah. Karena itu, penguatan struktur dan konsolidasi menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan baru.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali juga telah meminta kader di Sulawesi Tengah membangun struktur partai sebagai mesin pemenangan Pemilu 2029, bukan sekadar struktur administratif.
Dengan perubahan tersebut, Syafiah Basir akan menghadapi pekerjaan organisasi yang cukup besar, mulai dari konsolidasi internal, kaderisasi hingga memperluas basis dukungan PSI di Sulawesi Tengah.
Meski tidak lagi disiapkan sebagai Ketua DPW PSI Sulteng, Agus Lamakarate disebut masih akan berada dalam jajaran partai.
BACA JUGA : Ahmad Ali Bawa Efek Baru ke PSI, Peta Politik Sulteng Bergeser? 600 Kader Merapat Jelang 2029
Agus menyatakan mendukung kepemimpinan baru dan meminta kader tetap menjaga tujuan bersama partai.
Pergantian tersebut juga ditegaskan bukan sebagai persoalan internal, melainkan bagian dari penataan organisasi PSI Sulteng.
Bagi Syafiah Basir, perubahan kepemimpinan ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperkuat mesin PSI Sulteng menghadapi konsolidasi politik menuju 2029.
Dengan SK DPP yang masih ditunggu, perhatian kini tertuju pada bagaimana Syafiah Basir akan membawa PSI Sulteng menjalankan konsolidasi, kaderisasi dan target dua kursi DPR RI pada Pemilu 2029.


