Menurut Cudy, salah satu kunci utama dalam mencapai target tersebut adalah melalui pengelolaan pertanian yang lebih efektif, terutama pada komoditas kelapa dan padi, yang dinilai memiliki potensi besar namun belum dimaksimalkan.
“Sekarang kita punya kelapa yang dalam satu hektar bisa menghasilkan tiga ton. Begitu pula dengan padi kita, yang masih menghasilkan 3-4 ton per hektar. Di Jawa, padi sudah bisa menghasilkan 7-8 ton. Kenapa kita tidak bisa?” ungkap Cudy.
Ia menyoroti permasalahan terkait akses pupuk yang menjadi salah satu kendala utama yang harus segera diatasi.
Menurutnya, jika hal ini dikelola dengan baik, pendapatan daerah akan terus meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
