TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI SIGI PASCA BENCANA, JADI PERHATIAN HASANUDDIN ATJO

Hasanuddin Atjo yang juga Kepala Bappeda Sulteng, yang dikenal luas oleh masyarakat perikanan Indonesia sebagai inovator dibidang budidaya perikanan. Bahwa percontohan budidaya ikan tawar teknologi hemat air ini yang menggunakan plastik juga merupakan gagasannya saat masih menjadi Kadia Kelautan dan Perikanan Sulteng.

“Pihak DKP masih tetap meninta saya untuk memberikan pendampingan demi keberlanjutan proyek percontohan yang ada di wilayah Kabupsten Sigi” ujarnya.

Atjo nenjelaskan bahwa pasca bencana multidampak 28 september 2018 menyebabkan water table, khususnya di kabupaten Sigi jauh turun ke bawah muka tanah, sehingga air yang masuk ke kolam akan merembes.

Guna mengfungsikan kolam ikan air tawar yang sudah ada, maka harus dilapisi plastik khusus. Seperti kolam percontohan rata-rata berukuran 10 x 20 meter dengan kedalaman air 1,5 meter dan menggunakan kincir mini sebanyak 2 buah.

“Setiap kolam akan ditebari sekitar 12 000 ekor benih dan dalam jangka waktu 4 bulan dapat di panen ikan jenis nila sekitar 2,5 – 3 ton. Klu harga ikan nila per kg sekitar 35 ribu rupiah, maka pendapatan kotor per kolam 87,5 – 105 juta rupiah” ungkapnya.

Sementara itu Jemmy Housan yang juga Wakil Ketua Kadinda Sulteng mengapresiasi kinerja Hasanuddin Atjo selaku Ketua Ispikani Sulteng yang cukup memberikan perhatian besar untuk mengembalikan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sigi pasca multi gempa 28 September 2018 lalu.

Jemmy Housan
Wakil Ketua Kadinda Sulteng
Halaman Selanjutnya :“Wilayah Kabupaten Sigi itu terkenal sebagai penghasil budidaya ikan air tawar yang...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.