Palu –  Jalan menuju Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, kini sudah tembus setelah sempat tertutup longsor di 12 titik.

Dalam peristiwa tersebut, satu rumah warga tertimbun material longsor, sementara sejumlah sepeda motor yang terdampak kini sudah berhasil diambil oleh pemiliknya.

longsor Donggala

Penanganan akses jalan tersebut dilakukan dengan pengerahan alat berat oleh BPBD Sulawesi Tengah sebagai respons atas banjir dan longsor di wilayah Donggala.

Meski jalur utama sudah dapat dilalui, akses ke Dusun Sisere masih terbatas dan di beberapa titik hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki akibat sisa material longsoran.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, ST,.M.Si, mengatakan pemerintah provinsi langsung turun ke lapangan sesuai instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.

Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membuka jalur transportasi dan menangani longsor yang menutup badan jalan.

“Kami fokus membuka akses jalan agar mobilitas warga kembali berjalan. Alat berat sudah ditempatkan di titik-titik longsor, terutama menuju Dusun Sisere yang sebelumnya sempat terisolasi,” ujar Asbudianto.

Ia menjelaskan, Dusun Sisere menjadi salah satu wilayah terdampak. Selain longsor di banyak titik, banjir juga merendam permukiman warga dan menyebabkan kerusakan infrastruktur dasar.

Berdasarkan laporan sementara, jumlah warga di Dusun Sisere sekitar 100 jiwa, dengan sebagian wilayah sempat terisolasi akibat akses jalan terputus.

Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Namun, dampak material tetap terjadi, dengan satu rumah tertimbun longsor serta belasan sepeda motor terdampak.

Beberapa kendaraan roda dua yang tertimbun material kini telah berhasil dievakuasi dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Penanganan bencana dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD Kabupaten Donggala, kepolisian, dan unsur terkait lainnya.

Saat ini, fokus utama masih pada pelayanan darurat dan pembersihan material longsor di jalur penghubung antar-desa.

Selain Kecamatan Labuan, berdasarkan laporan sementara, banjir dan longsor juga berdampak pada Kecamatan Tanantovea dan Sindue.

Di sejumlah desa, luapan sungai menyebabkan jembatan penghubung antarwilayah tidak dapat difungsikan, sehingga menghambat mobilitas warga.

BPBD Sulawesi Tengah menyatakan akan melakukan asesmen lanjutan terhadap kondisi infrastruktur setelah akses jalan sepenuhnya pulih, guna menentukan langkah penanganan berikutnya agar aktivitas masyarakat kembali normal.