Perubahan akses tersebut mempermudah perjalanan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pengembangan aktivitas wisata setempat.
BACA JUGA : Progres Jalan Sabang-Baas 6,91%, Galian Batu Dikebut Kejar Target September
Jalan yang lebih mudah dilalui dapat membantu mobilitas warga, termasuk mereka yang mengangkut hasil kebun, serta memudahkan pengunjung menuju destinasi wisata alam tersebut.
Meski demikian, manfaat jangka panjangnya tetap bergantung pada penyelesaian pekerjaan sesuai mutu yang dipersyaratkan dan pemeliharaan jalan setelah proyek selesai.
Rekonstruksi Jalan Desa Tontouan–Air Terjun Mokokawa menjadi salah satu bentuk penanganan infrastruktur yang menghubungkan kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan potensi ekonomi wilayah.
Akses jalan yang semakin baik dapat mengurangi hambatan perjalanan, mendukung kegiatan perkebunan, serta mempermudah wisatawan menjangkau Air Terjun Mokokawa.
Konektivitas tersebut diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama jika diikuti pengelolaan destinasi wisata dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan.
BACA JUGA : Program BERANI LANCAR Sulap 12 Ruas Jalan di Sulteng Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Melalui program BERANI LANCAR, peningkatan jalan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap potensi daerahnya.
Dengan progres sekitar 86 persen dan pelaksanaan yang dilaporkan masih sesuai jadwal, Rekonstruksi Jalan Desa Tontouan–Air Terjun Mokokawa kini memasuki tahapan lanjutan menuju penyelesaian.
Fokus berikutnya adalah menuntaskan pekerjaan yang tersisa agar manfaat akses yang lebih baik dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.


