Pekerjaan galian pelebaran dan timbunan biasa juga telah mencapai sekitar lima kilometer.
Selain itu, pembangunan enam unit plat dekker telah dikerjakan untuk mendukung akses pada titik-titik yang membutuhkan penanganan penyeberangan air.
Pekerjaan lainnya meliputi galian saluran tanah dan rabat bahu jalan.
Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kondisi jalan, memperbaiki aksesibilitas, serta mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Desa Tontouan dan sekitarnya.
Dengan progres fisik yang telah mencapai sekitar 86 persen, pelaksanaan proyek masih berlanjut menuju target penyelesaian sesuai masa kontrak.
Pengendalian pekerjaan di lapangan menjadi penting agar tahapan konstruksi yang tersisa dapat diselesaikan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Manfaat rekonstruksi jalan ini mulai dirasakan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kebun dan pengguna jalan yang menuju kawasan wisata Air Terjun Mokokawa.
Menurut Hamzah, kondisi akses sebelumnya cukup terbatas. Untuk menjangkau lokasi air terjun, kendaraan yang digunakan umumnya harus berupa mobil berpenggerak empat roda atau 4×4.
Kini, setelah penanganan jalan berjalan, akses menuju kawasan tersebut semakin terbuka.
Mobil dengan sistem penggerak dua roda atau 2×4 sudah dapat menjangkau lokasi, sementara pengendara sepeda motor juga telah bisa mencapai area parkir air terjun.


