Sulawesi Tengah – Akselerasi pertumbuhan ekonomi makro Bumi Tadulako terus mencatatkan performa impresif, didorong oleh derasnya arus investasi di sektor hilirisasi nikel.
Kendati demikian, performa gemilang ini dihadapkan pada tantangan struktural klasik: melebarnya jurang ketimpangan pendapatan dan perlunya penguatan kualitas modal manusia.
Merespons paradoks tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, meluncurkan cetak biru kebijakan komprehensif bertajuk “9 Berani Sulteng”.
Peta jalan ini dirancang sebagai instrumen taktis untuk mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memastikan efek pengganda investasi mengalir ke sektor riil domestik.
Berikut adalah bedah anatomi skema taktis dari Program Anwar Hafid dalam merombak lanskap ekonomi Sulawesi Tengah.
Dalam jangka panjang, kesinambungan ekonomi daerah sangat bergantung pada produktivitas tenaga kerja lokal. Dua pilar awal difokuskan untuk menekan pengeluaran esensial rumah tangga pada sektor dasar:
BERANI Cerdas (Beasiswa Pemprov Sulteng): Kebijakan ini merombak struktur alokasi anggaran pendidikan dengan menggratiskan biaya operasional tingkat SMA/SMK/SLB serta mengucurkan stimulus Beasiswa Berani Cerdas.
Program ini membiayai penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa lokal dari jenjang Diploma hingga Doktoral (S3). Mengenai agresifnya langkah ini, Anwar Hafid menegaskan urgensi diversifikasi aset dari komoditas tak terbarukan ke kapasitas intelektual:
“Biarlah saya tidak populer dengan pembangunan yang mercusuar. Tapi saya ingin membangun sumber daya manusia Sulteng. Kita semua yakin, masa depan daerah ini bukan ditentukan SDA, tetapi setinggi apa SDM yang dimiliki,” ujar Anwar Hafid.


