Proyek pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana Palu yang berlokasi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, sebagian kontruksi pendukungnya mengalami rusak berat akibat dihantam kiriman air hujan dari pegunungan desa Doda.
Bangunan huntap sebanyak 230 unit yang masih tahap pelaksanaan oleh pihak rekanan PT Wijaya Karya, dengan nilai kontrak senilai Rp40.9 miliar, itu akan dijadwalkan berakhir pada bulan Desember 2020 mendatang.
Hasil pantauan warga setempat kepada Koran Trilogi, Kamis 24 September 2020 menjelaskan sebagian kontruksi beton pendukung dilokasi huntap mengalami ambelas dan mengancam kontruksi bangunan Huntap yang berdiri diatas lahan 14.1 hektar.
Menurutnya kerusakan pada sebagian bangunan Huntap tersebut akibat dihantam banjir kiriman air dari pegunungan desa Doda, yang terjadi pada Rabu malam.
