Kongres tersebut sekaligus menandai berakhirnya periode Hadianto Rasyid sebagai Ketua Umum Asprov.
Sejumlah nama besar sudah mulai terlihat di jalur kandidat, termasuk mantan Bupati Sigi Irwan Lapata dan Wali Kota Palu yang juga petahana, Hadianto Rasyid.
Mansur menyebutkan, gelombang dukungan agar Gubernur Sulteng Anwar Hafid turun gelanggang bukan tanpa alasan.
Klub dan Askab menilai era baru sepakbola memerlukan keberpihakan kebijakan pemerintah agar pembinaan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Irwan Lapata dan Hadianto Rasyid itu tokoh olahraga. Mereka paham lapangan. Tapi kalau daerah meminta Pak Gubernur maju, itu berarti sepakbola butuh payung kebijakan yang lebih kuat,” ujar Mansur.
Menurutnya, sepakbola tak lagi bisa sekadar ditopang semangat komunitas. Harus ada koneksi langsung dengan kebijakan fiskal dan program keolahragaan daerah.
PERSITO Tolitoli bersama Askab PSSI Tolitoli menjadi salah satu yang pertama menyatakan sikap terbuka.
