“Pelaksanaan akan dilakukan sebaik-baiknya mulai dari tahapan perencanaan, pemilihan rekanan, pengawasan hingga evaluasi pekerjaan,” kata Faidul.
Program BERANI LANCAR diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
Pemerintah daerah menilai pembangunan jalan akan mempercepat arus orang, barang, jasa, dan hasil produksi antarwilayah.
Perbaikan jalan provinsi diyakini mampu menekan biaya logistik dan memangkas waktu tempuh antarkabupaten maupun antarkawasan produksi.
Kondisi itu dinilai penting bagi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga komoditas lokal yang selama ini menghadapi tingginya biaya distribusi akibat akses jalan rusak atau terbatas.
Selain itu, ruas jalan strategis juga diposisikan sebagai penghubung desa, kawasan ekonomi, sentra pertanian, sentra perikanan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menilai pembangunan jalan akan mendorong pemerataan pembangunan di sejumlah wilayah prioritas seperti Morowali Utara, Banggai, dan Banggai Kepulauan yang memiliki peran strategis terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target mutu dan waktu, pengawasan dilakukan tidak hanya oleh internal Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi juga melibatkan konsultan pengawas independen.
Program BERANI LANCAR sendiri menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat konektivitas kawasan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis infrastruktur jalan.
