“ Untuk yang berhubungan dengan bencana, kami memfasilitasi seingat sy sekitar 80-an orang, kalau tenaga terampil sekitar 1.999 orang untuk tahun kemarin. Data lengkapnya ada dikantor. Kan sekarang salah satu syarat utuk jadi aplikator Rumah RISHA harus mempunyai tenaga yang bersertifikat ” bebernya.
Sebelumnya, Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengembangkan rumah tahan gempa melalui teknologi Risha dalam program rehabilitasi & rekonstruksi fasilitas publik dan rumah untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pasca-gempa di Palu, Sigi dan Donggala.
Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan untuk dana stimulan bagi korban bencana alam untuk kondisi rusak berat senilai Rp 50 juta untuk setiap kepala keluarga dan akan dilakukan dengan sistem swakelola untuk membangun rumah tahan gempa.
Hal ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa melalui penerapan program teknologi RISHA.
