“Rapat mingguan dan bulanan dilakukan secara intensif. Dengan koordinasi yang baik, kendala seperti pemasangan Block Armor dan pekerjaan Box Culvert dapat diatasi tanpa penundaan signifikan,” ujar Rizky.
Infrastruktur Berbasis Mitigasi Bencana
Menurut Rizky Ananda, Proyek ini mengadopsi konsep Build Back Better, yang mengutamakan ketangguhan infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Desain tanggul dan jalan elevasi telah diuji melalui simulasi tsunami dan dirancang sesuai standar internasional mitigasi bencana.
“Tujuan utama adalah meminimalkan dampak bencana tsunami di masa depan. Perhitungan teoritis dan simulasi bencana dilakukan sejak tahap desain awal,” tambahnya.
Dengan desain yang terinspirasi dari model tanggul Jepang, infrastruktur ini diharapkan mampu menahan tekanan air tsunami, sekaligus menjadi contoh pengelolaan risiko bencana yang berkelanjutan.
Meningkatkan Konektivitas dan Mendukung Logistik
Selain mitigasi bencana, Paket A2 BPJN Sulteng bertujuan mendukung kelancaran logistik di Kota Palu. Rizky Ananda menjelaskan Jalan Cumi-Cumi sepanjang 2,26 km itu, nantinya akan menjadi penghubung utama jalur yang terputus akibat tsunami 2018, mengurangi beban jalan poros dalam kota.
“Kendaraan logistik akan lebih cepat melewati jalan ini tanpa perlu melalui jalan dalam kota. Proyek ini juga telah disinkronkan dengan pembangunan Jembatan Palu IV untuk memastikan konektivitas optimal,” jelas Rizky.
Harmonisasi trase jalan dengan Jembatan Palu IV dilakukan sejak awal proyek, sehingga memastikan kelancaran operasional kedua infrastruktur tersebut.
Keterlibatan Masyarakat dan Pengelolaan Lingkungan
BPJN Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat lokal.
