Tekan Dampak Covid 19, Laba Keuangan Vale Moncer Tahun 2021

  • Bagikan
Laba Keuangan Vale Moncer Tahun 2021
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Dilaporkan nihil angka kematian dan tekan dampak Covid 19, laba Keuangan Vale Moncer Tahun 2021. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama group kompak menguat dengan capaian EBITDA sebesar AS$391,9 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diterima Trilogi Jumat 24 Februari 2020, INCO berhasil membukukan laba sebesar 44% dari EBITDA tahun sebelumnya. Group mencatat penjualan sebesar AS$953,2 juta pada tahun 2021 atau 25% di atas penjualan yang tercatat pada tahun 2020 sebesar AS$764,7 juta.

Sedangkan Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah AS$14.309 per ton, meningkat dari level tahun 2020 sebesar AS$10.498 per ton.

Laba Keuangan Vale Moncer Tahun 2021
Berikut Konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel serta batubara PT Vale Indonesia

Baca Juga : Kuartal 4T21, Produksi INCO Naik Signifikan 17.015 Ton Nikel dalam Matte

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesai Tbk (INCO), Febriany Eddy, menyampaikan dalam laporan tertulisnya bahwa Sepanjang tahun 2021 perseroan mencatat laba bersih dua kali lipat dan membukukan saldo kas akhir tahun menjadi AS$508,3 juta, meningkat hampir AS$120 juta dari saldo tahun sebelumnya.

Penguatan saldo kas ini, kata Febriany Eddy, akan memberikan dukungan yang kuat untuk pelaksanaan proyek pertumbuhan INCO.

“Kami mencapai enam tahun kalender bebas kematian berturut-turut dan berhasil mengurangi dampak COVID-19. Harga nikel yang lebih tinggi diiringi dengan disiplin biaya yang kuat memberikan dampak positif pada kinerja keuangan kami,” kata Febriany Eddy.

Baca Juga : Margin PT Vale Naik AS$271,5 juta di Kuartal III Tahun 2021

Sementara untuk konsumsi HSFO, diesel dan batubara pada tahun 2021, INCO mencatat mengalami penurunan sejalan dengan volume produksi yang lebih rendah karena kami menurunkan pengaturan daya untuk tanur listrik empat yang telah memasuki usia.

Menurutnya Pada bulan Desember lalu, INCO memulai shutdown pembangunan kembali tanur listrik empat dan pembangunan kembali yang akan berlangsung selama lima bulan. Harga rata-rata HSFO, diesel dan batubara juga meningkat masing-masing sebesar 42%, 28% dan 62%.

“Kas dan setara kas Grup pada 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020 masing-masing sebesar AS$508,3 juta dan AS$388,7 juta karena Grup menerima pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2021. PT Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas” ungkapnya.

Baca Juga : Group INCO Catat Volume Penjualan Nikel Matte Sebesar AS$208,4 Juta untuk 2T21

Sejalan dengan kenaikan laba bersih, INCO mengeluarkan sekitar AS$180,7 juta untuk belanja modal pada tahun 2021, mengalami peningkatan dari yang dikeluarkan pada tahun 2020 sebesar AS$152,1 juta. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran yang lebih tinggi untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada tahun 2021.

Pada tahun yang sama juga, masih Febriany Eddy, PT Vale Indonesia menerima predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (“KLHK”). Ini menandai untuk kedua kalinya penilaian prestisius tersebut diberikan kepada perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi di Indonesia.

“Kami bersyukur dan akan terus meningkatkan praktik-praktik penambangan yang baik dalam operasi kami untuk masa depan yang lebih baik. Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita” bebernya.

  • Bagikan
error: Content is protected !!