“Intensitas hujan yang tinggi membawa material dari lereng dan memengaruhi bahu jalan, drainase, hingga bronjong. Namun semua itu sudah kami tangani secara bertahap, teliti, dan sesuai spesifikasi teknis,” jelasnya.
Baca Juga : Proyek Rp27,9 M Tembus 91%, Longsor Balingara–Bunta Akhirnya Rampung & Siap Hadapi Nataru 2025
Penanganan dilakukan menyeluruh, mulai dari pembersihan material longsoran, perbaikan badan jalan, penguatan bronjong, hingga pembenahan sistem drainase agar fungsi jalan tetap optimal dan aman bagi pengguna.
Ruas ini ditangani melalui Paket Preservasi Jalan Ampana-Balingara-Bunta-Pagimana Tahap II, dengan nilai kontrak Rp27.950.827.000 (Nomor Kontrak: HK 0201-Bb14.7.2/59).
Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Multi Indah Pratama dan mencakup wilayah Kabupaten Tojo Una-Una serta Kabupaten Banggai.
Salah satu titik krusial berada di ruas nasional Balingara–Bunta, tepatnya di segmen KM 444 atau STA 25+000 hingga STA 25+300, yang sebelumnya rawan longsor.
Dalam proyek ini, penanganan longsoran di lokasi tersebut dipastikan tuntas 100% sebelum puncak arus libur akhir tahun.
