Namun, hingga beberapa bulan terakhir air bersih di kawasan huntap tersebut belum sepenuhnya normal mengalir, karena baru menggunakan satu sumur dalam sebagai sentral untuk dialiri ke bak penampungan sebelum dialirkan ke Sambungan Rumah (SR).
“Artinya, ada 22 jam air tidak mengalir selama sehari semalam. Kami meminta PUPR agar segera mencari solusi agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” ujar Zulkifli.
Selain itu, dari laporan ia terima, di huntap Duyu juga terjadi pencurian air di bak penampungan, oleh karena itu, laporan-laporan tersebut segera ditindaklanjuti untuk membuktikan kebenarannya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencari tahu kebenaran informasi tersebut,” kata Zulkifli menambahkan.
