Sulteng – Pengusaha Sulawesi Tengah, Endi Hermawan calon Kadin Sulteng, memastikan diri maju dalam pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah pada Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung 28 Maret 2026.
Mantan Ketua HIPMI Sulawesi Tengah periode 2011–2014 itu membawa gagasan besar bertajuk Ekosistem Ekonomi “Sulteng Nambaso”, sebuah konsep yang menempatkan Kadin sebagai pusat kolaborasi dunia usaha untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.
Endi mengatakan seluruh persiapan pencalonannya telah rampung, mulai dari pembentukan tim pemenangan hingga penyusunan visi dan misi organisasi.
Ia dijadwalkan resmi mendaftar sebagai calon Ketua Kadin Sulteng pada Senin 9 Maret 2026.
“Puji syukur semua persiapan sudah selesai, baik tim, visi misi, maupun persyaratan administrasi sesuai ketentuan panitia Musda,” kata Endi.
Langkah Endi Hermawan calon Kadin Sulteng ini menambah dinamika bursa kepemimpinan organisasi pengusaha terbesar di daerah tersebut.
Dalam pencalonannya, Endi mengusung visi “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulteng Nambaso.”
Konsep ini menempatkan Kadin Sulawesi Tengah sebagai pusat kolaborasi ekonomi daerah yang menghubungkan berbagai pelaku usaha, mulai dari UMKM, pengusaha lokal, hingga korporasi besar.
Menurut Endi, Kadin tidak hanya berperan sebagai organisasi bisnis, tetapi juga harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mampu menyatukan kekuatan dunia usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Visi tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu:
- Inklusif
Kadin Sulteng diarahkan membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang merata bagi seluruh pelaku usaha. Mulai dari UMKM hingga perusahaan besar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. - Inovatif
Mendorong adaptasi teknologi, digitalisasi bisnis, serta inovasi strategi dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah agar mampu menciptakan nilai tambah baru. - Berdaya Saing Global
Meningkatkan standar kualitas produk dan layanan sehingga produk lokal Sulawesi Tengah mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Endi menilai pendekatan ekosistem ekonomi menjadi kunci agar potensi besar Sulawesi Tengah, baik di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, industri hingga UMKM, dapat terhubung dalam satu rantai nilai ekonomi yang kuat.
“Sebagai rumah besar pengusaha, Kadin harus mampu menyatukan semua sektor usaha agar ekonomi daerah tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Nama Endi Hermawan sendiri bukan figur baru dalam dunia organisasi pengusaha di Sulawesi Tengah.
Saat memimpin HIPMI Sulteng pada periode 2011–2014, ia berhasil membawa organisasi tersebut meraih HIPMI Award 2012 dari Badan Pengurus Pusat HIPMI.
Penghargaan itu diberikan karena HIPMI Sulawesi Tengah dinilai berhasil menjalankan tata kelola organisasi secara baik, memperluas jaringan kepengurusan hingga ke seluruh kabupaten/kota, serta menjalankan berbagai program kewirausahaan yang berdampak bagi pengusaha muda.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi salah satu modal bagi Endi Hermawan calon Ketua Kadin Sulteng untuk memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.
Musda Kadin Sulawesi Tengah 2026 diperkirakan berlangsung kompetitif.
Selain Endi Hermawan, sejumlah nama pengusaha juga disebut akan maju dalam kontestasi tersebut, di antaranya Nur Rahmatu sebagai petahana serta Moh. Gufron, Ketua Kadin Kota Palu.
Persaingan ini dinilai menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Sulawesi Tengah untuk menentukan arah organisasi ke depan, terutama dalam memperkuat ekosistem bisnis dan investasi di daerah yang tengah berkembang pesat tersebut.
Dengan visi Ekosistem Ekonomi Sulteng Nambaso, Endi berharap Kadin dapat menjadi simpul kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan investor guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, inovatif, dan kompetitif secara global.



