Kepala Dinas KP Sulteng Dr Ir Hasanuddin Atjo MP, kehadirannya di Kabupaten penghasil nikel ore itu, merupakan salah satu agenda penting untuk mengkoordinasi antar pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten untuk membahas masalah ketersediaan pangan dan masalah lingkungan. Hal itu terungkap atas kunjunganya pada Kamis 12 Juli 2019 lalu dirumah jabatan Bupati Morowali, Dr. Taslim.
Pada pertemuan terbatas itu, Hasanuddin Atjo yang didampingi Sekretaris Dinas Suprapti, Kabid Tangkap Yohanis Riga dan Kabid Budidaya Yumber Bamba, disambut hangat Pemerintah Kabupaten Morowali yang saat itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Morowali Hj. Irenne Ilyas,dan beberapa Ketua komisi serta Forum Komunikasi Perangkat Daerah.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah provinsi Sulteng melalui DKP berencana membangun Pelabuhan Perikanan yang dilengkapi dengan kawasan Industrinya (pabrik es, sarana pembekuan, cold storedge dan sistem logistiknya).
“Salah satu tujuannya adalah menjamin ketersediaan supply ikan dan stabilitas harga yang saat ini sering berfluktuasi. Selain itu juga didiskusikan upaya-upaya konservasi terkait dengan aktifitas tambang yang berdampak terhadap turunnya mutu lingkungan perairan yang berdampak terhadap produktifitas” kata Hasanuddin Atjo, ketika dikonfirmasi koran Trilogi Jumat 12 Juli 2019.
Pelabuhan perikanan yang akan dilengkapi dengan pabrik es balok, gudang pendingin (cold storage), gudang pembekuan ikan (ABF-air blast freezer), sarana air bersih, listrik dan rumah nelayan itu akan bersinergi dengan pelabuhan perikanan yang sedang dibangun di Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Diperkirakan di masa datang jumlah tenaga kerja ini bisa meningkat 10 kali lipat dari sekarang. Yang jadi persoalan yang di hadapi saat ini dan ke depan antara lain berkaitan dengan penyediaan pangan dan masalah lingkungan. Ini perlu diantisipasi dan dicari solusinya” jelasnya.
