Pengembangan sektor pertanian juga menjadi agenda Pemprov Sulteng. Pemerintah menargetkan pencetakan sawah baru sekitar 3.000 hektare untuk memperkuat produksi pangan sekaligus mendorong Sulawesi Tengah menjadi salah satu lumbung pangan.
Reny menegaskan, Pemprov Sulteng terbuka terhadap investasi yang masuk ke daerah, selama seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” katanya.
Di sisi lain, Pemprov Sulteng juga akan mempertemukan sekitar 1.000 UMKM se-Sulawesi Tengah pada 28 September mendatang.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus membuka akses pasar, termasuk peluang menuju pasar ekspor.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas basis ekonomi Sulawesi Tengah, dengan mendorong pelaku usaha tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga masuk ke sektor pengolahan dan perdagangan bernilai tambah.
Reny berharap kepengurusan KADIN Sulawesi Tengah 2026-2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membuka investasi dan mengembangkan komoditas unggulan Sulawesi Tengah.
“Kita bersama-sama, bergandengan tangan, bersinergitas antara Provinsi Sulawesi Tengah dan KADIN Provinsi Sulawesi Tengah,” ajaknya.


