SULTENG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai mempertegas strategi politiknya untuk membidik basis pemilih muda menjelang Pemilu 2029.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu panggung yang digunakan PSI untuk membuka ruang politik lebih luas bagi kelompok milenial dan Generasi Z.
BACA JUGA : Dari Rival Jadi Satu Meja | Ahmad Ali dan Anwar Hafid Mulai Baca Peta Politik Sulteng 2029
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan dialog publik bertajuk Bincang Bareng Milenial & Gen-Z yang digelar DPW PSI Sulawesi Tengah di Lamera Coffee, Jalan Kartini, Kota Palu, Senin (14/9/2026).
Ratusan milenial dan Gen-Z hadir dalam kegiatan tersebut. Forum itu menjadi bagian dari upaya PSI mendorong keterlibatan generasi muda sekaligus merespons fenomena apatisme politik di kalangan pemilih muda.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan partainya melihat generasi muda sebagai kelompok strategis dalam peta politik nasional.
Menurut dia, proporsi pemilih dari kelompok milenial dan Gen-Z pada pemilu mendatang sangat besar.
“Hampir 70 persen pemilih itu adalah anak-anak muda. Karena itu PSI merasa perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkiprah di dunia politik,” ujar Bestari dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA : Rakorwilsus PSI Sulteng Ditunda, Ahmad Ali Titahkan Fokus Bantu Korban Gempa
Pernyataan itu menempatkan pemilih muda sebagai salah satu medan perebutan suara yang dinilai semakin penting bagi partai politik menjelang Pemilu 2029.
Bagi PSI, membuka ruang bagi milenial dan Gen-Z tidak hanya berkaitan dengan regenerasi internal partai.
Kelompok tersebut juga menjadi basis elektoral yang berpotensi menentukan arah persaingan politik pada pemilu mendatang.
Bestari menegaskan PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik.
Partai tersebut berupaya membangun persepsi bahwa politik tidak semata-mata identik dengan konflik maupun pertarungan kepentingan.


