PALUPeresmian Jembatan Palu 4 dan Elevated Road menandai babak baru kebangkitan infrastruktur di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Momentum pembukaan akses lalu lintas (open traffic) yang digelar Jumat (13/2/2026) itu tidak hanya menjadi simbol pemulihan pascabencana 2018, tetapi juga menuai apresiasi dari dua kepala daerah terhadap kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Jembatan Palu IV resmi dibuka

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka akses Jembatan Palu IV dan jalan layang (elevated road) yang menjadi bagian dari Proyek Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL).

Baca Juga : Jadi Saksi Bisu Tsunami, Sulawesi Tengah Kedatangan Jembatan Palu IV Senilai Rp 221,2 Miliar, Dibangun dengan Teknologi Mitigasi Bencana

Dalam sambutannya, Wagub menegaskan bahwa kehadiran kembali jembatan tersebut menjadi simbol kebangkitan pascagempa, tsunami, dan likuifaksi 28 September 2018.

“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur penghubung, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat Palu. Mari kita jaga sebagai aset bersama,” ujar Reny.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan Kementerian PU dan kolaborasi lintas sektor yang mempercepat rekonstruksi.

Menurutnya, desain baru Jembatan Palu IV yang lebih modern dan tahan bencana menunjukkan komitmen menghadirkan infrastruktur tangguh di wilayah rawan gempa seperti Palu yang berada dekat sesar Palu-Koro.

Baca Juga : Total Investasi Hampir Rp 1 Triliun, Warga Sulawesi Tengah Siap Sambut Proyek IRSL Jalan Layang & Jembatan Palu IV

Senada dengan itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menilai Peresmian Jembatan Palu 4 dan Elevated Road menjadi tonggak penting pembangunan kota.

Ia menyebut infrastruktur tersebut telah menjelma menjadi landmark baru sekaligus penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

“Ini bukan sekadar jembatan, tetapi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah. Kami ingin kawasan ini tertib, aman, dan memberi manfaat ekonomi tanpa mengganggu fungsi utama lalu lintas,” kata Hadianto.

Pemkot Palu, lanjutnya, telah menyiapkan proyek pendamping di kawasan pesisir atau waterfront guna mengakomodasi aktivitas masyarakat tanpa mengganggu jalur utama elevated road.

Penataan pelaku UMKM juga akan dilakukan agar tetap memberi ruang ekonomi bagi warga, khususnya dari Kampung Lere.

Baca Juga : Jalan Rajamoili Komodo Rampung Total, Perkuat Konektivitas & Ketahanan Pesisir Kota Palu

Sementara itu, Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S Razak, menegaskan bahwa pembukaan akses dilakukan setelah melalui tahapan teknis dan uji keselamatan yang ketat.

Menurut dia, proyek ini dirancang bukan hanya sebagai penghubung transportasi, tetapi juga sebagai infrastruktur mitigasi bencana.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Elevated Road ini didesain untuk kendaraan bermotor dan tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki maupun pesepeda, mengingat karakter lalu lintas dan faktor angin di kawasan pesisir,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, proyek IRSL Palu yang didukung Pemerintah Jepang melalui skema kerja sama internasional itu mencakup pembangunan Elevated Road sepanjang lebih dari dua kilometer di koridor Rajamoili–Cut Mutia serta rekonstruksi tanggul pesisir.

Struktur pelindung seperti toe protection dan retaining wall diterapkan untuk meredam energi gelombang laut dan meningkatkan stabilitas konstruksi.

Baca Juga : Buka Tutup Jalan Tolai Sausu Berlaku hingga Maret 2026

Adapun Jembatan Palu IV dibangun dengan teknologi konstruksi modern, termasuk sistem fondasi reinforced concrete bored pile dan struktur balanced cantilever, guna memastikan ketahanan terhadap beban dan potensi bencana alam.

Total panjang jembatan mencapai 250 meter dengan lebar 12 meter.

BPJN Sulteng merencanakan serah terima aset kepada Pemerintah Kota Palu pada April 2026. Setelah itu, pengelolaan dan pemeliharaan akan menjadi kewenangan pemerintah kota.

Dengan dibukanya akses ini, distribusi logistik dan mobilitas warga di Kota Palu diharapkan semakin lancar.

Lebih dari itu, Peresmian Jembatan Palu 4 dan Elevated Road menjadi simbol kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional dalam mempercepat pemulihan infrastruktur strategis nasional di kawasan timur Indonesia.