Parigi Moutong –  Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah memberlakukan buka tutup jalan Tolai Sausu sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas selama pekerjaan preservasi jalan di Kabupaten Parigi Moutong.

Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung pekerjaan teknis berupa re-sloping di sejumlah titik ruas jalan nasional tersebut.

Preservasi Jalan Tolai Sausu

Berdasarkan pengumuman resmi BPJN Sulawesi Tengah melalui PPK 2.3 Provinsi Sulawesi Tengah, pekerjaan dilakukan pada beberapa segmen prioritas.

Ruas yang terdampak meliputi STA 23+250–23+775 di Desa Sausu Torono, STA 24+900–25+500 serta STA 26+750–26+949 di Desa Sausu Auma, dan STA 27+550–27+858 di Desa Sausu Piore.

Seiring pekerjaan tersebut, rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan dijadwalkan berlangsung mulai 2 Februari hingga 10 Maret 2026.

Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan.

BPJN Sulawesi Tengah menetapkan jadwal buka tutup jalan Tolai Sausu dengan skema waktu tertentu. Pada Senin hingga Kamis serta Sabtu dan Minggu, penutupan diberlakukan pukul 08.00–11.00 WITA, kemudian jalan dibuka pukul 11.00–13.00 WITA.

Penutupan kembali dilakukan pukul 13.00–17.00 WITA sebelum jalan dibuka normal mulai pukul 17.00 WITA hingga 08.00 WITA keesokan harinya.

Adapun pada hari Jumat, penutupan jalan berlangsung pukul 08.00–11.00 WITA dan dibuka pukul 11.00–14.00 WITA. Jalan kembali ditutup pukul 14.00–17.00 WITA dan dibuka hingga pagi hari berikutnya.

PPK 2.3 Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan perjalanan selama masa pekerjaan.

Pengguna jalan diimbau mematuhi rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengatur waktu perjalanan untuk menghindari antrean.

Melalui proyek preservasi ini, BPJN Sulteng menargetkan peningkatan kualitas jalan Tolai–Sausu agar lebih mantap, aman, dan nyaman dilalui.

Infrastruktur jalan yang optimal diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di Sulawesi Tengah.